webMkt banner 468x60

  • Register
Home  //  Articles  //  Listrik, Bahaya dan Pencegahannya

Listrik, Bahaya dan Pencegahannya

bahaya-listrik

Listrik adalah energi yang banyak dipakai baik dikilang ini maupun dilingkungan perumahan. Energi listrik ini didapatkan dari adanya gerakan perpindahan partikel-partikel bermuatan atau bila ada gerakan relative antara penghantar dan medan magnit yang akan menimbulkan tegangan pada penghantar itu, dan tegangan listrik inilah yang kemudian didistribusikan ke pemakai.

 

Bahaya-bahaya dari listrik

Energi listrik jelas dibutuhkan pada saat ini, tetapi selain memberikan manfaat juga mempunyai potensi yang dapat membahayakan peralatan dan kita sendiri seperti :

1. Kebakaran

Energi listrik menimulkan panas, dan apabila panas ini berlebihan mengakibatkan isolasi dari kabel listrik menjadi rusak yang bahkan akan timbul api yang dapat menjadi kebakaran. Kita tahu bahwa kilang PT Badak adalah kilang pencairan gas alam yang punya resiko terjadinya kebocoran gas yang mengarah kepusat-pusat distribusi listrik (MCC) atau terminal-terminal listrik yang bisa berakibat kebakaran / peledakan yang diakibatkan adanya potensi terjadinya percikan api.

2. Peledakan

Pusat-pusat distribusi listrik seperti di SWGR & MCC semua breaker / kontaktor sudah dirancang untuk dapat mengatasi jika terjadinya kelebihan beban ataupun short circuit. Tetapi oleh sesuatu hal dapat terjadi ledakan pada breaker kontaktor ini yang disebabkan oleh cara pengoperasian yang salah , misalnya :

Breaker/kontaktor motor di MCC 4160 Volt ini jenisnya tidak boleh di Switch Off pada keadaan masih ada beban ( Do not open under load).

3. Radiasi

Unit-unit pembangkit listrik (generator) atau distribusi listrik tegangan tinggi sudah pasti ada radiasi yang diakibatkan oleh arus induksi dari kawat penghantarnya.

Sampai saat ini efek radiasi listrik terhadap sel-sel penting dalam tubuh manusia masih diperdebatkan oleh para pakar kelistrikan apakah berbahaya atau tidak.

4. Kematian

Jika seseorang terkena sengatan arus listrik, maka orang itu hanya mampu bertahan sekitar + 3 menit dengan besarnya arus listrik yang mengalir ditubuhnya sebesar 0.40 Ampere, kemudian tidak dapat ditolong lagi / meninggal .

Pencegahan dan penanggulangannya :

1. Kebakaran :

· Yakinkan isolasi kabel tidak terkelupas / pecah atau sambungan terminal tidak kendor yang bisa berakibat terjadinya percikan bunga api. Jika mendapati hal-hal yang demikian segera laporkan dan dibuatkan MWO untuk perbaikan.

· Apabila menjalankan salah satu motor , kemudian motor tersebut trip kembali sebaiknya hanya kita lakukan maximum 2 kali untuk meresetnya dan segera kita informasikan E/S Crew untuk mengecek / memperbaikinya.

· Apabila terjadi kebakaran segera isolasi daerah yang terkena dan gunakan alat pemadam kebakaran yang sesuai untuk memadamkannya.

2. Peledakan :

Yakinkan dulu jenis breaker / kontaktor yang akan kita switch off dan apabila dikehendaki harus menyetop dulu motor nya dari breaker / kontaktornya.

3. Radiasi :

Menurut pakar kelistrikan yang setuju bahaya radiasi listrik , batas aman bagi kita pada jarak + 3 meter dan berada selama 4 jam terus menerus pada lingkungan yang terjangkau radiasi.

4. Kematian :

· Jangan mencoba memegang kabel listrik terbuka, jika kabel itu masih dialiri listrik.

· Harus mematikan sumber arus listriknya apabila ada Maintenance Crew akan bekerja pada peralatan listrik. (Lo-To)

Tindakan yang harus dilakukan apabila terjadi kecelakaan terkena sengatan listrik:

· Jika mungkin putuskan aliran listrik.

· Apabila aliran listrik tidak dapat diputuskan, gunakan potongan kayu atau tali untuk memindahkan sikorban kecelakaan.

· Bila pernapasan korban terhenti berikanlah penapasan buatan dan bila jantungnya berhenti lakukan pijatan kearah jantung dan lanjutkan tindakan ini sampai bantuan kesehatan datang.

· Minta bantuan seseorang untuk mendapatkan bantuan pertolongan pertama dokter / ambulance.

Penutup

Telah kita sadari bersama bahwa semua jenis pekerjaan mempunyai resiko terjadinya kecelakaan yang dapat merusakkan peralatan dan bahkan melayangnya jiwa seseorang, oleh sebab itu mengetahui sebab dan akibat serta bahaya yang ditimbulkan dari suatu system atau peralatan sangatlah diperlukan.

Sebelum bekerja persiapkan hal-hal sebagai berikut:

· Siapkan alat kerja yang kondisinya baik dan sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan.

· Periksa lokasi tempat kerja apakah terdapat bahaya yang mengancam keselamatan para pekerja dan kemungkinan kerusakan pada peralatan.

· Pergunakan peralatan perlindungan diri yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan.

· Lakukan pembinaan team work yang baik agar pekerjaan dapat dikerjakan dengan lancar.

· Lakukan safety talk yang tujuannya agar para pekerja terhindar dari kecelakaan.

Sumber dari : http://lngbontang.wordpress.com

 

holizonto line

ARTIKEL LAINYA..

Written on 04/02/2015, 11:13 by adi
kacang-kacangan-turunkan-kolesterol-hingga-cegah-kanker Sebagian orang beranggapan bahwa merupakan suatu hal yang keren jika ia mempunyai daftar berbagai makanan yang harus dihindari. Untuk makanan kemasan,...
Written on 26/05/2014, 06:14 by admin
tips-sehat-saat-bekerja-malam-lembur ---   Anda sering bekerja saat malam hari..? Tahukah Anda, ketika waktu tidur dihabiskan untuk bekerja, tentunya bisa membuat...
Written on 26/05/2014, 07:33 by admin
solusi-bekerja-tanpa-stress Berikut solusi untuk "Bekerja Tanpa Stress": 1. Meja kerja bersih Meja kerja yang bersih dari kertas kerja akan sangat membantu anda untuk lebih fokus...
Written on 26/05/2014, 04:55 by admin
tips-bekerja-saat-hamil   Mendapatkan kehamilan yang sehat adalah dambaan bagi setiap ibu hamil. Kehamilan yang sehat merupakan langkah awal guna...
Written on 30/04/2015, 11:05 by adi
7-tips-agar-mata-tetap-sehat-walau-bekerja-didepan-komputer MATA seseorang akan mengalami penurunan kualitasnya apabila sering digunakan. Salah satu contohnya, ketika kita sering menggunakan mata untuk melihat ke...
Written on 04/02/2015, 10:43 by adisudaryanto
5-tips-sederhana-agar-tetap-berenergi-di-siang-hari Siang hari merupakan waktu yang tidak disukai oleh sebagian besar pekerja. Hal ini karena perasaan lelah atau lesu mulai menghampiri mereka....

 

Public Training 2015

May 2015

Sched

Public Training

22

Chemical And Biological Health Hazard And Risk Control

11 - 12

SMK3 berdasarkan PP 50 2012 dan Standard Internasional OHSAS 18001:2007

18 - 19

Ergonomic: Aspect Of Anthropometry Dimension, Musculosceletal Hazards And Risk Control

18 - 30

Ahli K3 Umum - Sertifikasi KEMNAKER

21 - 22

Basic Safety Training

27 - 28

Defensive Driving Training

27 - 29

Penanggulangan Kebakaran Tingkat D - Sertifikasi KEMNAKER

28 - 30

Teknisi K3 Bekerja Pada Ketinggian Tingkat 2 - Sertifikasi KEMNAKER

28 - 30

Training Operator Alat Berat (Loader, Excavator, Buldozer, Dump Truck, Dll) - Sertifikasi KEMNAKER

29 - 30

Permit To Work (PTW) System And Loto

Training Program

Livechat